Waktu Tak Pernah Kembali

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang [Hr. Bukhori No.5933]

Sebuah Renungan

Usahakan Waktu Kita Selalu Istiqomah Dijalan Alloh

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tempat cemeti di surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya, sungguh berpagi-pagi atau sore hari di jalan Allah itu lebih baik daripada dunia seisinya." [Hr. Bukhori No.5936]

Sebuah Renungan

Kau Isi Apa Waktumu?

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah membuat suatu garis lalu beliau bersabda: "Ini adalah cita-citanya, dan ini adalah ajalnya, ketika seseorang seperti itu (dalam cita-citanya), maka datanglah garis yang lebih dekat (yaitu ajalnya)." [Hr.Bukhori No.5939

Ajalmu Itu Dekat

Join The Community

Tampilkan postingan dengan label masalah rezeki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masalah rezeki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 April 2011

Misteri Rezeki (Tanya Jawab Tentang Rezeki)

  Sebuah teka-teki kehidupan, yang sadar atau tidak sering timbul di dalam pikiran kita, mengapa saya tidak sekaya orang lain ? mengapa mereka yang banyak bermaksiat justru semakin sukses dalam bisnisnya? Apakah ini sudah takdir saya? Untuk itu perlu kita kaji firman Allah Ta"ala berikut ini :


"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." QS. Az Zukhruf : 32

Bahwa Allah-lah yang mengatur pembagian rezeki kepada hambanya, Allah-lah yang mengatur penghidupan kita (ma"isyah kita) bukan orang lain, bukan pelanggan, bukan pimpinan perusahaan dan bukan diri kita, tapi Allah-lah yang menentukan seberapa banyak rezeki kita hari ini dan esok.

Lalu Mengapa Allah Menentukan Rezeki Saya Hanya Sedikit ?


Sibuk Bekerja Namun Rezeki Tak Kunjung Datang

Banyak yang bertanya mengapa sudah berusaha bekerja dengan keras dan pintar, mencoba berbagai strategi bisnis terbaru, namun tetap saja hasilnya tidak memuaskan, apakah saya sudah ditakdirkan untuk mempunyai rezeki yang sedikit atau ada sebab - sebab lainnya ?

Sebelum menyatakan ini adalah takdir saya, sebaiknya lakukan introspeksi diri jangan-jangan kita terjatuh kedalam kesalahan yang disinggung oleh hadits berikut ini :

Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)" HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim


Kunci Rizki Menurut Al Qur'an dan As Sunnah (8)

MEMBERI NAFKAH KEPADA ORANG YANG SEPENUHNYA MENUNTUT ILMU SYARI"AT (AGAMA)



Termasuk kunci-kunci rizki adalah memberi nafkah ke-pada orang yang sepenuhnya menuntut ilmu syari"at (agama). Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Anas bin Malik bahwasanya ia berkata:
"Dahulu ada dua orang saudara pada masa Rasulullah . Salah seorang daripadanya mendatangi Nabi dan (saudaranya) yang lain bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi maka beliau bersabda: Mudah-mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia."
Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang mulia menje-laskan kepada orang yang mengadu kepadanya karena kesi-bukan saudaranya dalam menuntut ilmu agama, sehingga membiarkannya sendirian mencari penghidupan (bekerja), bahwa ia tidak semestinya mengungkit-ungkit nafkahnya ke-pada saudaranya, dengan anggapan bahwa rizki itu datang karena dia bekerja.
Padahal ia tidak tahu bahwasanya Allah membukakan pintu rizki untuknya karena sebab nafkah yang ia berikan kepada suadaranya yang menuntut ilmu agama secara sepenuhnya.


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (7)

Pasal Ketujuh : BERINFAK DI JALAN ALLAH



Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfak di jalan Allah. Pembahasan masalah ini –dengan memohon taufik dari Allah– akan saya
lakukan melalui dua poin berikut:

A. Yang dimaksud berinfak.
B. Dalil syar'i bahwa berinfak di jalan Allah adalah termasuk kunci-kunci rizki.

A. Yang Dimaksud Berinfak


Di tengah-tengah menafsirkan firman Allah: "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya". (Saba': 39).
Syaikh Ibnu Asyur berkata: "Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama."

B. Dalil Syar'i Bahwa Berinfak di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci Rizki

Ada beberapa nash dalam Al-Qur'anul Karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan diganti
oleh Allah di dunia. Di samping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat. Di antara dalil-dalil
itu adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang se-baik-baiknya." (Saba': 39).


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (6)

Pasal Keenam : SILATURRAHIM



Di antara pintu-pintu rizki adalah silaturrahim. Pembicaraan masalah ini –dengan memohon pertolongan Allah– akan saya bahas melalui empat poin berikut:

A. Makna silaturrahim.

B. Dalil syar"i bahwa silaturrahim termasuk di antara pintu-pintu rizki.

C. Apa saja sarana untuk silaturrahim?

D. Tata cara silaturrahim dengan para ahli maksiat.


Makna "ar-rahim" adalah para kerabat dekat. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Ar-rahim" secara umum adalah dimak-sudkan untuk para kerabat dekat. Antara mereka terdapat garis nasab (keturunan), baik berhak mewarisi atau tidak, dan sebagai mahram atau tidak."

Menurut pendapat lain, mereka adalah maharim (para kerabat dekat yang haram dinikahi) saja.

Pendapat pertama lebih kuat, sebab menurut batasan yang kedua, anak-anak paman dan anak-anak bibi bukan kerabat dekat karena tidak termasuk yang haram dinikahi, padahal tidak demikian."

Silaturrahim, sebagaimana dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari adalah kinayah (ungkapan/sindiran) tentang berbuat baik kepada para karib kerabat dekat –baik menurut garis keturunan maupun perkawinan– berlemah lembut dan mengasihi mereka serta menjaga keadaan mereka.

B. Dalil Syar"i Bahwa Silaturrahim Termasuk Kunci Rizki

Beberapa hadits dan atsar menunjukkan bahwa Allah menjadikan silaturrahim termasuk di antara sebab kelapang-an rizki. Di antara hadits-hadits dan atsar-atsar itu adalah:

1. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah , ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda:

"Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan di-akhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hen-daknyalah ia menyambung (tali) silaturrahim".


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (5)

Pasal Kelima : MELANJUTKAN HAJI DENGAN UMRAH ATAU SEBALIKNYA

Di antara perbuatan yang dijadikan Allah termasuk kunci-kunci rizki yaitu melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya. Pembicaraan masalah ini –dengan memohon pertolongan Allah– akan saya lakukan melalui dua poin bahasan:

A. Yang dimaksud melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya.

B. Dalil syar"i bahwa melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya termasuk pintu-pintu rizki.


A. Yang Dimaksud Melanjutkan Haji Dengan Umrah Atau Sebaliknya

Syaikh Abul Hasan As-Sindi menjelaskan tentang mak-sud melanjutkan haji dengan umrah atau sebaliknya berkata:

"Jadikanlah salah satunya mengikuti yang lain, di mana ia dilakukan sesudahnya. Artinya, jika kalian menunaikan haji maka tunaikanlah umrah. Dan jika kalian menunaikan umrah maka tunaikanlah haji, sebab keduanya saling mengikuti."


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (4)

Pasal Keempat : BERIBADAH KEPADA ALLAH SEPENUHNYA


Di antara kunci-kunci rizki adalah beribadah kepada Allah sepenuhnya. Saya akan membahas masalah ini –dengan memohon pertolongan kepada Allah– dari dua hal:

A. Makna beribadah kepada Allah sepenuhnya.

B. Dalil syar"i bahwa beribadah kepada Allah sepenuhnya adalah di antara kunci-kunci rizki.

A. Makna Beribadah Kepada Allah Sepenuhnya.

Hendaknya seseorang tidak mengira bahwa yang dimak-sud beribadah sepenuhnya adalah dengan meninggalkan usaha untuk mendapatkan penghidupan dan duduk di masjid sepanjang siang dan malam. Tetapi yang dimaksud – wallahu a"lam– adalah hendaknya seorang hamba beribadah dengan hati dan jasadnya, khusyu" dan merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Esa, menghadirkan (dalam hati) betapa besar keagungan Allah, benar-benar merasa bahwa ia sedang bermunajat kepada Allah Yang Maha Menguasai dan Maha Menentukan. Yakni beribadah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits:

"Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kami melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu."


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (3)

Pasal Ketiga : BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH


Termasuk di antara sebab diturunkannya rizki adalah bertawakkal kepada Allah dan Yang kepadaNya tempat bergantung. Insya Allah kita akan membicarakan hal ini melalui tiga hal:

a. Yang dimaksud bertawakkal kepada Allah.

b. Dalil syar"i bahwa bertawakkal kepada Allah termasuk di antara kunci-kunci rizki.

c. Apakah tawakkal itu berarti meninggalkan usaha?


A. Yang Dimaksud Bertawakkal kepada Allah

Para ulama –semoga Allah membalas mereka dengan sebaik-baik balasan– telah menjelaskan makna tawakkal. Di antaranya adalah Imam Al-Ghazali, beliau berkata: "Tawak-kal adalah penyandaran hati hanya kepada wakil (yang di-tawakkali) semata."


Kunci Rizki Menurut Al Qur'an dan As Sunnah (2)


Pasal Kedua : TAQWA

Termasuk sebab turunnya rizki adala taqwa. Saya akan membicarakan masalah ini – dengan memohon taufik dari Allah– dalam dua bahasan:

a. Makna taqwa.

b. Dalil syar"i bahwa taqwa termasuk kunci rizki.

A. MAKNA TAQWA

Para ulama telah menjelaskan apa yang dimaksud dengan taqwa. Di antaranya, Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani mendefinisikan: "Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan".


Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (1)



Assalamualaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh

kunci rizki ini merupakan karya dari Dr Fadhl Ilahi.
dalam artikel ini terdapat 10 pasal kunci rizki.
saya sengaja memecahnya satu persatu agar kita tidak bosan membacanya
dan agar lebih mudah dipahami dan dilaksanakan

Pasal Pertama : ISTIGHFAR DAN TAUBAT


Diantara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah is-tighfar
(memohon ampunan) dan taubat kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha
Menutupi (kesalahan). Untuk itu, pembahasan mengenai pasal ini kami
bagi menjadi dua pembahasan:

a. Hakikat istighfar dan taubat.
b. Dalil syar’i bahwa istighfar dan taubat termasuk kunci rizki.

A. Hakikat Istighfar dan Taubat
Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah
cukup dengan lisan semata. Sebagian mere-ka mengucapkan,
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat ke-padaNya”